#semoga bermanfaat.. catatan kecil perjalanan hidup, informasi sekitar kehidupan kampus, lingkungan kerja, hobi, passion, juga tentang rasa
Sabtu, 03 April 2010
fakta unik ^-^
1. Ikan hiu kehilangan gigi lebih dari 6000buah setiap tahun, dan gigi barunya tumbuh dalam waktu 24 jam
2. Jerapah dan tikus bisa bertahan hidup lebih lama tanpa air dari pada unta
3. Semut dapat mengangkat beban 50 kali tubuhnya
4. Lidah jerapah panjangnya sekitar 50 cm
5. Kalajengking bisa dibunuh dengan menyiramnya dengan cuka,mereka akan murka dan menyengat dirinya sendiri
6. Macan adalah anggota terbesar dalam keluarga kucing
7. Nama asli butterfly (kupu-kupu) adalah flutterby.
8. Lobster dapat hidup selama 100 tahun
9. Rahang kucing gak bisa bergerak kekiri dan kanan
10. Semua beruang kutub kidal
11. Kelelawar selalu belok kiri jika terbang keluar gua
12. Siput bisa tidur selama 3 tahun
13. Kucing bisa membuat lebih dari 100 bunyi vokal, anjing hanya bisa sekitar 10
14. . Gigi berang-berang tak pernah berhenti tumbuh
15. Kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang
16. Tikus beranakpinak sangat cepat dan dalam waktu 18 bulan, dua
tikus dapat memiliki lebih dari 1 juta keturunan.
17. Seekor Babon bernama ?Jackie? menjadi prajurit resmi dalam angkatan bersenjata Afrika Selatan pada Perang Dunia I
18. Jantung ikan paus biru berdenyut 9 kali dalam semenit
19. Kupu-kupu melihat dengan 12000 mata
20. Ayam yang sudah terpenggal lehernya masih mampu lari sepanjang lapangan bola sebelum benar-benar mati.
21. Kecoak bisa hidup 9 hari tanpa kepala, dan akan mati karena kelaparan
22. Umur dari capung adalah 24 jam
23. Beruang dewasa dapat lari secepat kuda
24. Tulang kuda lebih banyak 18 buah dari tulang manusia
25. Ubur-ubur terdiri dari 95% air
26. Kulit Zebra adalah putih yang bergaris hitam
27. Kecuali manusia dan monyet, semua mamalia buta warna
28. Tikus dan kuda tidak bisa muntah
29. Kucing berkeringat melalui telapak kakinya (terutama saat mendengar gonggongan anjing)
30. Kucing tidak bisa merasakan rasa manis
31. Sapi tidak punya gigi atas
32. Buaya tidak bisa menjulurkan lidah
33. Kentut sapi termasuk penyebab utama global warming
34. Semut selalu jatuh miring ke kanan jika diberi racun serangga
35. Kucing rumah benci bau lemon dan semua yang berbau sitrus
36. Indra perasa kupu-kupu ada dikakinya
37. Mata burung unta lebig besar dari otaknya
38. 80% dari seluruh binatang di dunia adalah serangga
39. Lalat meloncat mundur saat akan terbang
40. Sekeor kucing memiliki 32 otot pada tiap telinga
41. Macan mempunyai kulit yang belang,bukan hanya rambut yang belang.
42. Kambing mempunya pupil mata segi empat
43. Hamster sangat suka makan jangkrik
44. Tanduk badak terbuat dari rambutnya yang mengeras
45. Kutu rambut sebenarnya lebih suka hidup di kulit kepala yang bersih dari pada yang kotor
46. Kulit beruang kutub sebenarnya hitam. Bulunya berwarna bening, dan tampak putih di salju.
47. Landak punya sidik jari yang mirip manusia.
48. Kuda Nil kentut lewat mulut.
49. Jika kita memelihara ikan mas dalam ruangan yang gelap, warnanya akan berubah putih.
50. Jaguar takut pada anjing
51. Koala punya dua jempol
52. Gajah hanya tidur 2 jam dalam sehari
53. Nyamuk lebih suka anak-anak daripada orang dewasa.
54. Babi tidak dapat berkeringat karena tidak punya kelenjar keringat. Mereka berlumur lumpur untuk mendinginkan kulitnya.
55. Ikan hiu kebal terhadap kanker
56. Beberapa jenis cacing pita akan memakan dirinya sendiri jika kelaparan.
57. Pinguin hanya ada di kutub selatan, dan tidak bisa menyebrangi equator.
58. Ikan mas yang bunting disebut ?twit?.
59. Penguin adalah burung yang tidak bisa terbang tapi bisa berenang.
60. Daya ingat ikan hanya 3 detik
sumber: http://winksite.mobi/xhtml/ms_fo_pg_v.cfm?fid=18362&id=14589&susid=27818&s=1&s2=1
Jumat, 05 Maret 2010
I. Tujuan
· Mempelajari beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase.
· Dapat menjelaskan cara kerja enzim katalase.
· Dapat menentukan faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase.
II. Landasan Teori
Pengertian enzim katalase
Factor yang mempengaruhi kerja enzim
Pengaruh suhu, pH, konsentrasi enzim dan substrat terhadap kerja enzim
III. Metode
A. Alat dan Bahan
1. Air suling2. Gelas kimia3. Gelas ukur4. Potongan hati ayam dengan berat sama5. H2O26. HCl7. Korek api8. NaOH9. Pipet10. Pembakar spirtus dan peralatannya11. Potongan es12. Rak tabung reaksi13. Tabung reaksi
B. Cara Kerja
Percobaan 1 (Kontrol)
1) Ambil sepotong hati ayam dan masukkan ke dalam tabung reaksi.
2) Sementara itu, ambil 3ml H2O2 (Hidrogen Peroksida)
3) Tuangkan hidrogen peroksida ke dalam tabung berisi hati ayam secara cepat dan tutup tabung dengan sumbat tabung reaksi.
4) amati perubahan yang terjadi.
5) masukkan lidi yang ujungnya membara ke dalam tabung reaksi dan amati perubahan yang terjadi.
Percobaan 2
1) masukkan 100 ml air pada gelas kimia, kemudian panaskan sampai suhu sekitar 40oC dengan pembakar spirtus.
2) Sementara itu, ambil 2 tabung dan beri label 1 dan 2
3) isi tabung reaksi 1 dengan sepotong hati ayam.
4) masukkan tabung berisi potongan hati ayam ke dalam gelas kimia yang berisi air bersuhu sekitar 40oC selama 3 menit.
5) Sementara itu, tuangkan 3 ml larutan H2O2 ke dalam tabung reaksi 2.
6) Setelah 3 menit, tuangkan larutan H2O2 (tabung reaksi 2) pada hati ayam (tabung reaksi 1).
7) amati perubahan yang terjadi.
8) bandingkan pengamatan pada percobaan ini dengan hasil yang diperoleh pada kontrol (percobaan 1). temukan perbedaan yang terjadi.
Percobaan 3
1) masukkan 100ml air pada gelas kimia, kemudian masukkan beberapa potongan es beku sehingga suhu menjadi sekitar 10oC.
2) Sementara itu, ambil 2 tabung reaksi dan beri label 1 dan 2.
3) isi tabung reaksi 1 dengan sepotong hati ayam.
4) masukkan tabung berisi potongan hati ayam ke dalam gelas kimia yang berisi air bersuhu sekitar 10oC selama 1 menit.
5) Sementara itu,tuangkan 3ml larutan H2O2 ke dalam tabung reaksi 2.
6) Setelah 1 menit, tuangkan larutan H2O2 pada hati ayam tersebut.
7) amati perubahan yang terjadi.
8) bandingkan hasil kegiatan pada percobaan 3 dengan hasil yang diperoleh pada kontrol (percobaan 1). temukan perbedaan yang terjadi.
9) Berdasarkan hasil kegiatan pada percobaan 1, 2, dan 3, simpulkan apakah suhu mempengaruhi aktivitas enzim katalase.
Percobaan 4
1) ambil 3 tabung reaksi dan beri label 1, 2, dan 3.
2) isi tabung reaksi 1 dengan sepotong hati ayam, tabung reaksi 2 dengan 3ml larutan NaOH.
3) tuangkan larutan NaOH pada tabung reaksi 2 ke dalam tabung reaksi hati ayam (tabung reaksi 1), kemudian tunggu selama 3 menit.
4) Sementara itu, tuangkan 3ml larutan H2O2 ke tabung reaksi 3.
5) Kemudian tuangkan larutan H2O2 dari tabung reaksi 3 ke dalam tabung reaksi 1 yang berisi hati ayam.
6) amati perubahan yang terjadi.
7) bandingkan hasil kegiatan pada percobaan 4 ini dengan hasil yang diperoleh pada control (percobaan 1). tentukan perbedaan yang terjadi.
Percobaan 5
1) ambil 3 tabung reaksi dan beri label 1, 2, dan 3.
2) isi tabung reaksi 1 dengan sepotong hati ayam, tabung reaksi 2 dengan 3ml larutan HCl.
3) tuangkan larutan HCl pada tabung reaksi 2 ke dalam tabung reaksi 1 yang berisi hati ayam, kemudian tunggu selama 3 menit.
4) Sementara itu, tuangkan 3ml larutan H2O2 ke dalam tabung reaksi 3.
5) Kemudian tuangkan larutan H2O2 dari tabung reaksi 3 pada tabung reaksi 1 yang berisi hati ayam.
6) amati perubahan yang terjadi.
7) bandingkan hasil kegiatan percobaan 5 ini dengan hasil yang diperoleh pada kontrol (percobaan 1). tentukan perbedaan yang terjadi.
8) Berdasarkan hasil kegiatan pada percobaan 1, 4, dan 5, simpulkan apakah pH mempengaruhi aktivitas enzim katalase.
Percobaan 6
1) ambil 2 tabung reaksi dan beri label 1 dan 2.
2) isi tabung reaksi 1 dengan dua potong hati ayam.
3) Sementara itu, tuangkan 3ml larutan H2O2 pada tabung reaksi 2.
4) Kemudian tuangkan larutan H2O2 dari tabung reaksi 2 pada tabung reaksi 1 yang berisi hati ayam.
5) amati perubahan yang terjadi.
6) bandingkan hasil kegiatan tugas 6 dengan hasil yang diperoleh pada kontrol (percobaan 1). temukan perbedaan yang terjadi.
Percobaan 7
1) ambil 2 tabung reaksi dan beri label 1dan 2.
2) isi tabung reaksi 1 dengan sepotong hati ayam.
3) Sementara itu tuangkan 6 ml larutan hydrogen peroksida pada tabung reaksi 2.
4) Kemudian tuangkan larutan hidrogen peroksida dari tabung reaksi 2 pada hati ayam yang terdapat di dalam tabung 1.
5) amati perubahan yang terjadi.
6) bandingkan hasil kegiatan percobaan 7 dengan hasil yang diperoleh pada kontrol (percobaan 1. tentukan perbedaan yang terjadi.
IV. Hasil
Percobaan
Perlakuan
Jumlah gelembung (nyala api)*
1 (kontrol)
1 potong hati ayam + 3ml H2O2
2
100ml air dengan suhu 40o C + 1 potong hati ayam + 3ml H2O2
3
100ml air dengan suhu 10oC + 1 potong hati ayam + 3ml H2O2
4
3ml NaOH + 1 potong hati ayam + 3ml H2O2
5
3ml HCl + 1 potong hati ayam + 3ml H2O2
6
3ml H2O2 + 2 potong hati ayam
7
6ml H2O2 + 1 potong hati ayam
*Keterangan: + : sedikit++ : sedang+++ : banyak ++++ : sangat banyak- : tidak ada
V. Pembahasan
Membandingkan setiap kelompok perlakuan (2-3, 4-5, 6-7) dengan kontrol (1), kemudian analisis mengapa dapat terjadi.
VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil kerja pada percobaan 1-7 dapat menyimpulkan bahwa faktor tertentu akan mempengaruhi kerja enzim. Pengaruh itu dapat memepercepat atau memperlambat kerja enzim. Tuliskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase dan bagaimana pengaruhnya.
VII. Daftar Pustaka
Tuliskan berdasarkan A-Z
Sumber buku:
Nama (dibalik). Tahun. Judul. Penerbit. Kota Terbit. Halaman.
Sumber internet:
Nama. Tahun. Judul. Alamat web. Tanggal akses.
Contoh:
Anonim. 2003. Phyllanthus urinaria L. Chamber Bitter. USF (University of South Florida). http://www.plantatlas.usf.edu/details.asp?plantID= 1676. Diakses tanggal 2 September 2008.
Baratawidjaja, K.G. 1996. Imunologi Dasar. Edisi ketiga. Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. Hal: 113-121.Womack, S., H.I.Tarpley, S.E. Little, dan K.S. Latimer. 2005. Trypanosoma evansi in Horses. http://www.vet.uga.edu/VPP/Clerk/womack/fig01.jpg. Diakses tanggal 24 Oktober 2009.
Jumat, 26 Februari 2010
pengenalan mikroskop
PRAKTIKUM
PENGENALAN MIKROSKOP
TUJUAN: mempelajari bagian-bagian mikroskop, memahami kegunaannya dan terampil menggunakannya
TINJAUAN PUSTAKA
Berdasarkan sistem pencahayaannya mikroskop dibagi menjadi dua yaitu mikroskop optik dan mikroskop bukan optik.
A. Mikroskop optik, mikroskop yang proses perbesaran benda menggunakan cahaya biasa (cahaya tampak). Jenis- jenis mikroskop optik antara lain mikroskop stereo (dissecting microscope), mikroskop majemuk (compound microscope), mikroskop polarisasi, mikroskop fase kontras (phase contrast microscopy) yang menghasilkan gambar 3 dimensi, mikroskop normaski dan mikroskop fluorescence.
1. Mikroskop stereo, Suatu alat dengan lensa obyektif. Lensanya harus berdiameter besar karena diatasnya akan dipasangi system lensa lain yang terpisah dalam posisi parallel dan jalur sinar terpisah untuk mata kanan dan kiri. Mikroskop ini tidak memiliki kondensor, tapi memiliki kedalaman bidang pandang dan jarak kerja yang panjang.
2. Mikroskop majemuk (COMPOUND MICROSCOPE)
Mikroskop majemuk memerlukan kualitas yang tinggi tidak hanya pada obyektif dan bagian mata tapi juga pada kondensor substage.
a. Instrument yang terefleksi cahaya - bagian material
b. Mikroskop cahaya tertransmisi - bagian biologi.
3. Mikroskop polarisasi
Menggunakan cahaya terpolarisasi guna menganalisa struktur yang birefringent. Birefringence - suatu property spesimen yang transparan dengan 2 indeks refraktif yang berbeda pada orientasi yang berbeda untuk membedakan cahaya terpolarisasi ke dalam kedua komponen. Cahaya terpolarisasi, hanya berfluktuasi/bergerak di satu dataran karena polar hanya meneruskan cahaya pada dataran tersebut.
Jika 2 polar diletakkan di atas yang lainnya, arahkan sinar ke atas dan putar relatif terhadap yang lain, akan ada 1 posisi dimana 2 dataran tertransmisi bertemu, yang akan tampak cerah. Pada 900 terhadap orientasi ini, semua cahaya akan berhenti (gelap).
4. Mikroskop fase kontras
Menggunakan retardasi cahaya spesimen untuk menghasilkan perbedaan fase yang dikonversi ke kontras. Fase kontras menggunakan iluminasi bidang terang dengan suatu phase annulus (pada kondensor) dan phase plate (dipasang pada obyektif) pada lintas cahaya.
Aplikasi : spesimen hidup, spesimen yang tidak diwarnai
5. Mikroskop Normaski
Mikroskop Nomarski differential interference contrast (DIC) menggunakan kombinasi system polarisasi dan 2 pelepas sinar khusus untuk menciptakan perbedaan fase di spesimen. Sistem ini dapat menghasilkan image 3 dimensi karena satu sisi spesimen tampak lebih terang dibandingkan yang lain seolah - oleh cahaya jatuh disana dan menghasilkan bayangan (melalui cahaya polarisasi).
6. Mikroskop fluorescence
Mikroskop fluorescence hampir sama dengan mikroskop cahaya biasa dengan tambahan fitur untuk meningkatkan kemampuannya.
•Mikroskop konvensional menggunakan cahaya tampak (400-700 nanometer) untuk iluminasi dan menghasilkan gambar sampel yang diperbesar.
•Mikroskop fluorescence, sebaliknya, menggunakan intensitas cahaya yang lebih tinggi, yang mengeksitasi bagian berpendar pada sampel.
B. Mikroskop bukan optik
Yaitu mikroskop yang memperbesar benda dengan bantuan radiasi panjang gelombang sinar pendek. Contohnya mikroskop sinar- X, mikroskop ion, dan mikroskop elektron. Dari ketiga jenis mikroskop bukan optik, mikroskop elektron paling banyak digunakan. Melalui mikroskop elektron dapat dipelajari pola - pola sel hewan, tumbuhan, dan bakteri. Mikroskop elektron juga digunakan dalam menganalisis hasil industri dan pengontrol hasil produksi.
ALAT DAN BAHAN
1. Mikroskop cahaya monokuler binokuler.
2. Sediaan awetan
CARA KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Mengamati mikroskop dan bagian-bagiannya
3. Mencari bidang penglihatan
a. Tabung dinaikkan menggunakan makrometer (pemutar kasar), sehingga lensa objektif tidak membentur meja atau panggung bila revolver diputar-putar.
b. Lensa objektif di tempatkan pembesaran lemah (4 X atau 10 X) dengan memutar revolver sampai berbunyi klik (posisinya satu poros dengan lensa okuler).
c. Membuka diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya ke belakang.
d. Mengatur letak cermin sedemikian rupa ke arah cahaya, sehingga terlihat lingkaran (lapangan pandang) yang sangat terang di dalam lensa okuler. Mikroskop siap digunakan.
4. Mencari bayangan sediaan
a. Menaikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer, sehingga jarak antara lensa objektif dengan permukaan meja ± 3 cm.
b. Meletakkan sediaan yang akan diamati di tengan-tengah lubang meja benda, menggunakan penjepit sediaan agar tidak tergeser.
c. Memutar makrometer ke belakang sampai penuh (hati-hati), sambil menempatkan roda sediaan tepat di bawah lensa objektif, hingga jarak antara ujung lensa objektif dengan permukaan atas kaca penutup hanya ± 1 mm.
d. Membidik mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer ke depan searah jarum jam secara hati-hati sampai tampak bayangan yang jelas.
e. Memutar revolver dan lensa objektif yang sesuai untuk mendapatkan pembesaran yang kuat. Kemudian memainkan fungsi mikrometer secara perlahan dan hati-hati. (Bila menggunakan lensa objektif 100x, maka di atas sediaan perlu ditetesi minyak imersi dahulu).
5. Memelihara Mikroskop
a. Mengangkat dan membawa mikroskop harus selalu dalam posisi tegak, dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya.
b. Mencondongkan posisi tabung, cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. Menegakkan kembali setelah selesai.
c. Mengusahakan agar lensa objektif lemah (4x atau 10x) berada satu poros di bawah lensa okuler. Mengatur kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa objektif lemah berjarak ± 1cm dari atas meja benda.
d. Mengatur kedudukan penjepit sediaan dengan rapi dan cermat pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel.
e. Membersihkan sisa minyak imersi dengan menggunakan cairan Xilol sesegera mungkin setelah pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir, dan mengeringkan dengan kain lap yang bersih.
f. Membersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap yang bersih dari bahan halus (flenel) setiap akan menggunakan mikroskop.
6. Menggambar Hasil
Bentuk mikroskop cahaya digambar dan dituliskan keterangan serta kegunaannya di buku laporan. Hasil pengamatan dengan mikroskop dapat dituangkan dalam bentuk gambar yang dilakukan dengan alat fotografi atau tangan (manual). Gambar yang baik harus dapat menyampaikan ide yang jelas dari suatu struktur yang jelas dari suatu struktur yang nyata sebagaimana tampak hubungan antara bagian-bagian yang diamati. Adapun ciri-ciri gambar yang baik adalah : jelas, mempunyai keterangan yang lengkap, rapi dan cermat. Gambar diatur sedemikian rupa, disertai judul, keterangan pembesaran, biasanya 1 halaman hanya untuk 1-2 gambar saja. Letak keterangan gambar pada sisi yang sama dengan jarak garis penunjuk diusahakan sama dan tidak saling berpotongan. Gambar yang bersih, sederhana, dan ilmiah.

1. Kaki dasar
2. Lengan
3. Lensa obyektif
4. Lensa okuler
5. Revolver
6. Cermin
7. Kondensor
8. Diafragma
9. Pilar
10. Tabung
11. Meja benda
12. Makrometer
13. Mikrometer
14. Penjepit
15. Kaca penutup
16. Objek gelas